Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meluncurkan standar industri hijau untuk 17 jenis industri. Standar ini diberlakukan secara sukarela, akan tetapi ke depan akan diberlakukan secara wajib untuk semua infrastruktur dan pelaku industrinya.

“Lima tahun harus siap. Perusahaan yang tidak dapat memenuhi standar industri hijau tentunya akan dikenakan sanksi,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, di Kementerian Perindustrian Jakarta, Senin (19/12/2016).

Airlangga mengatakan, industri yang memenuhi standar industri hijau dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup dapat memberi manfaat kepada masyarakat.

Nanti saat evaluasi keseluruhan proses produksi sampai limbahnya, dari mulai input data sampai produksinya efisiensi dan produksinya.

Penerapn standar industri hijau dalam lingkungan kerja memiliki dampak positif yang luar biasa. Dengan mengacu standar industri hijau maka setiap industri nantinya memiliki standar meningkatkan efisiensi.

“Jika produksi ramah lingkungan ini dapat premium di pasar (internasional. Ini kita akan dorong bukan hanya ramah lingkungan tapi bukan hanya itu energinya juga harus efisiensi. Ya (dampak) ekspor perusahaan itu jadi bagus, cost juga bakal turun,” tuturnya.

Sumber : economy.okezone.com