PT Jasa Raharja (Persero) berencana akan menaikkan jumlah santunan kepada korban kecelakaan hingga 100%. Namun jumlah ini tidak dibarengi dengan kenaikan premi yang dibebankan.

Kanit Operasional PT Jasa Raharja Persero Cabang Jambi Danny Fernando mengatakan, “Artinya kita mulai tidak melihat profit oriented, namun pelayanan kepada masyarakat kami utamakan,” jelasnya, Jumat (31/3).

Kenaikan ini berdasarkan peraturan Menteri Keuangan RI untuk menertibkan dan meningkatkan besaran santunan kepada korban kecelakaan penumpang angkutan umum dan korban kecelakaan lalu lintas.

Ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15 tahun 2017 tentang Besar Santunan dan Iuran Wajib Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang, Alat Angkutan Penumpang Umum di Darat, Sungai/Danau, Feri/Penyeberangan, Laut dan Udara.

Selanjutnya, untuk santunan korban kecelakaan lalu lintas diatur dalam PMK Nomor 16 tahun 2017 tentang Besar Santunan dan Dumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas.

Danny menuturkan, “Jadi santunan kecelakaan darat saat ini sama dengan santunan kecelakaan udara korban meninggal dunia, seperti pesawat terbang, yakni menjadi Rp50 juta. Padahal sebelumnya, santunan kecelakaan di darat dan di laut hanya Rp25 juta. Jadi naik 100%”.

Kenaikan santunan serupa juga terjadi pada santunan biaya perawatan dokter sebesar 100%, dari semula Rp10 juta menjadi Rp20 juta. “Selanjutnya terjadi juga pada kenaikan biaya santunan penguburan sebesar 100 persen. Dari semula Rp. 2 juta menjadi Rp. 4 juta. Ini berlaku juga termasuk santunan untuk korban cacat tetap,” paparnya

Setelah melihat dan menyesuaikan faktor kebutuhan hidup dan inflasi yang terjadi saat ini, seperti biaya rumah sakit, obat-obatan dan adanya kenaikan tarif pemakaman maka santunan kecelakaan ditingkatkan hingga 100%. Kedua PMK yang baru ini merupakan penyesuaian dari PMK yang lama, yaitu PMK Nomor 37 tahun 2008 dan PMK Nomor 36 tahun 2008.

Nantinya kebijakan ini akan diterapkan di Jasa Raharja yang ada di seluruh Indonesia, untuk santunan darat, laut dan kereta api. Dan rencananya akan dimulai pada 1 Juli mendatang, Kemudian launchingnya akan dipercepat pada bulan Mei mendatang.

Meskipun jumlah santunan dinaikkan, diharapkan tingkat fatalitas kecelakaan mengalami penurunan.

Sumber : ekbis.sindonews.com