Go-Jek Dapat Suntikan Dana Rp 2 Triliun dari Astra

0
133

PT Astra International Tbk melakukan suntikan dana untuk Gojek untuk investasinya. Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto mengatakan pihaknya melakukan investasi modal sebesar 150 juta dolar AS untuk perusahaan penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi terbesar Indonesia itu.

Presiden Direktur Astra Internasional Tbk Prijono Sugiarto mengatakan, bahwa pihaknya akan merealisasikan penyuntikan modal kepada Go-Jek sebesar US$ 150 juta, angka itu setara dengan Rp 2,025 T (kurs Rp 13.500).

“Bahwa akhirnya kami memutuskan untuk investasi. Ini adalah investasi terbesar kami di era digital sebesar US$ 150 juta,” tuturnya dalam Konfrensi Pers Astra X Go-Jek di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (12/2/2018).

Prijono mengaku pihaknya tertarik untuk berinvestasi di perusahaan besutan Nadiem Makariem itu lantaran dinilai memiliki masa depan yang baik. Apalagi Go-Jek sempat masuk dalam daftar 56 perusahaan yang memberikan perubahan besar di dunia.

“Di antara Apple, Microsoft, Google tapi Go-Jek masuk. Dia satu-satunya dari Indonesia bahkan dari Asia Tenggara,” tuturnya.

Selain itu dia juga melihat ada benang merah antara bisnis Astra dengan Go-Jek. Bahkan dia percaya banyak hal yang bisa dikolaborasikan antara Astra perusahaan yang memiliki bisnis distribusi kendaraan bermotor, leasing, asuransi hingga servis kendaraan dengan Go-Jek yang memiliki banyak jaringan transportasi online.

Di tempat yang sama Nadiem menyambut baik suntikan modal tersebut. Bahkan dia bangga lantaran Go-Jek menjadi perusahaan yang diinvestasikan paling besar bagi Astra.

“Fakta cukup menarik ini investasi Astra terbesar dalam sejarah Astra Internasional. Ini sangat membanggakan bagi kami, bahwa pemain besar mau berpartisipasi,” tuturnya.

Dia mengharapkan investasi tersebut dimungkinkan akan mendorong era digitalisasi di Astra International. Prijono menilai investasi yang ia lakukan di Gojek bisa mempercepat perkembangan digitalisasi juga di Astra International.

Dengan langkah bisnis ini, lanjut Prijono, pihaknya percaya investasi tersebut sangat menarik meski tidak akan instan. “Gojek baru tujuh tahun. Tidak ada juga investasi sekejap. Yang penting kami percaya ini menjadi investasi jangka panjang dan memberi nilai tambah bagi kedua belah pihak,” ungkap Prijono.