Tercatat nilai ekspor produk perikanan Indonesia sepanjang Januari hingga November 2016 mencapai US$ 3,78 miliar atau sekitar Rp 50 triliun. Jumlah ini naik 4,96% dibandingkan periode yang sama di 2015, hal ini tertera dalam catatan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Diketahui nilai ekspor telah meningkat 4,96% sampai semester III (November) dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau year on year,” kata Dirjen PDSPKP, Nilanto Perbowo, dalam jumpa pers kinerja dan outlook Ditjen PDSPKP di Gedung Mina Bahari IV, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Jumat (30/12/2016).

Dilihat dari kinerja ekspor nasional, jenis ikan yang naik adalah cumi, sotong dan gurita naik 61,64% dan udang naik 5,86%.

Sementara itu Amerika Serikat masih menjadi negara tujuan ekspor perikanan Indonesia terbesar dengan nilai transaksi sampai November 2016 mencapai US$ 1,46 miliar. Jumlah ini meningkat 8,77% dibanding periode sebelumnya.

Dan negara yang menjadi tujuan terbesar ekspor perikanan kedua Indonesia adalah Jepang. Dengan nilai US$ 574 juta, namun turun 0,16% dibanding periode sebelumnya. Kemudian menyusul China dan negara-negara ASEAN yang nilai ekspornya mencapai US$ 497,05 juta.

“Asean naik 6,45%, Jepang turun 0,1%. Cina naik 9,38%, Rusia turun 5,71%, AS naik 8,74%, Timur Tengah turun 0,37%,” tutur Nilanto.

Kemudian nilai ekspor udang Indonesia ke AS hingga 30 Desember 2016, mencapai US$ 859,6 juta, atau meningkat sebanyak 17,07% (yoy) selama periode 2012-2016. Jumlah ini masih kalah dengan nilai ekspor udang India dan Vietnam yang masing-masing meningkat 32,31% dan 18,70% dalam periode yang sama.

Sedangkan untuk nilai ekspor tuna, tongkol dan cakalang ke AS, nilai ekspornya mencapai US$ 116,4 juta. Jumlah ini meningkat 1,86% (yoy) selama periode 2012-2016, menjadi yang paling baik kinerja nya dibanding negara-negara pengekspor lainnya seperti Thailand, India, China, Vietnam, Ekuador, hingga Filipina yang pertumbuhannya malah mengalami penurunan.

Sumber : finance.detik.com