Pemerintah terus menambah pasokan daging domestik dengan mempercepat datangnya daging kerbau beku asal India demi mengatasi kemungkinan melonjaknya harga daging di akhir 2016 dan awal 2017, termasuk saat pada libur Natal.

Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita, mengungkapkan akan ada pemasukan 48.000 ton daging kerbau India yang masuk di periode Desember 2016 dan Januari 2017. Impor tersebut merupakan bagian dari izin impor 70.000 ton yang diajukan Bulog pada September lalu.

Di temui dikantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, padaSelasa (20/12/2016), Enggar mengatakan “Buffalo meat (daging kerbau) telah dipersiapkan dari Desember sampai Januari akan masuk lagi 48.000 ton. Jadi nantinya tidak akan ada kekhawatiran, yang jadi soal itu manakala stoknya terbatas”.

Selain itu, pihaknya tak mempermasalahkan berapa pun kuota izin impor daging kerbau yang diajukan Perum Bulog sebagai importir. Bahkan, izin impor Bulog sebanyak 70.000 ton daging kerbau India tak hanya terbatas sampai Desember 2016 saja sesuai dengan izin impor sebelumnya.

Izin impornya dapat diperpanjang sampai semester pertama 2017, sampai puasa Lebaran tahun depan.

“Berapa pun yang dibutuhkan, saya kasih, 100.000 pun saya kasih. Nanti ada tanda tangan Bulog dengan para distributor (daging kerbau India),” jelas Enggar.

Sumber : finance.detik.com