Pernahkah Anda mengalami peraturan yang tidak memperboleh meletakkan foto anak-anak di meja kerja? Meskipun terdengar sepele, namun peraturan-peraturan ini nyatanya ada dan secara signifikan mempengaruhi telah mempengaruhi kinerja perusahaan.

Belakangan ada sebuah penelitian yang telah meneliti secara mendalam pada personalisasi ruang kerja dan menemukan bahwa para pekerja yang meletakkan sedikitnya satu foto atau tanaman di meja sekat mereka 15% lebih produktif .

Kemudian, Para pekerja yang bisa menghias meja kerja mereka seperti apapun yang mereka inginkan 25% lebih produktif dibandingkan mereka yang bekerja di meja yang lebih kosong.

Namun, banyak perusahaan, di seluruh sektor, dan sering di ruang kantor terbuka, membatasi jenis-jenis barang pribadi yang boleh diletakkan para staf mereka di atas meja dan banyak perusahaan yang tidak mengizinkan apapun sama sekali.

Namun mengapa memaksakan aturan itu, jika itu mengurangi produktivitas dan membuat orang-orang tidak bahagia?

Ide tersebut muncul, sebagian, dari teori manajemen popular yang mengatakan bahwa meja yang bersih meningkatkan fokus dan produktivitas. Penelitian ini membuktikan sebaliknya.

Ruangan yang bahagia membuat Anda bahagia

Memiliki barang-barang kita sendiri di tempat kerja membuat kita bekerja lebih keras karena itu memberi rasa identitas atas suatu tempat -pekerjaan – jika tidak, kita bisa merasa seperti roda dalam sebuah mesin.

Tiga peneliti, yang menulis di Jurnal Psikologi Lingkungan, menemukan bahwa dengan membuat tempat kerja kita lebih personal, khususnya dalam sebuah ruangan kantor terbuka, ini akan memberikan kontrol lebih dan rasa kepemilikan di lingkungan kita.

Jika ada bukti yang menunjukkan bahwa personalisasi dapat membuat kita lebih produktif, mengapa setiap perusahaan tidak mengizinkan kita mendekor tempat kerja?

Secara alamiah para pekerja cenderung patrilineal. Jadi jenis kebijakan ini adalah bagian dari hal itu. Standardisasi. Kemungkinan dapat ditebak.”

Banyak manajer juga yakin bahwa semakin bersih tempat kerja maka semakin produktif pekerjanya. Jika seseorang percaya sesuatu, mereka akan menerapkan ide itu di seluruh bagian perusahaan, katanya.

Satu alasan pemikiran ini muncul adalah karena memiliki sebuah tempat kerja yang bersih, tak terjamah adalah bagian inti dari dua teori manajemen yang terdepan: Six Sigma dan Lean.

Keduanya mengutamakan pendekatan yang kaku dan hemat biaya dalam bekerja di atas segala-galanya.

Idenya adalah untuk menghilangkan segala sesuatu yang dianggap tidak ada kaitannya, karena jika sesuatu itu bukanlah fokus dari pekerjaan yang sedang dihadapi, maka hal itu dianggap boros.

Teori-teori ini, yang menjadi popular pada tahun 1990an, masih banyak digunakan hingga saat ini. Jadi jika ada barang yang tidak berhubungan secara langsung dengan pekerjaan, misalnya gambar-gambar pribadi atau pernak-pernik yang lain, itu dianggap mengalihkan.

Akan tetapi bisa lebih aneh lagi mengingat banyaknya penelitian yang telah dilakukan mengenai personalisasi – dalam banyak situasi, bukan hanya di tempat kerja – berdampak lebih baik untuk produktivitas dan semangat kerja.

Mengerti data

Pimpinan Anda mungkin tidak ingin berusaha menjadi jahat atau kejam dengan melarang membawa barang-barang pribadi, meski memiliki peraturan yang melarang foto keluarga terdengar kejam.

Namun terkadang sulit meyakinkan mereka. Sehingga, dia biasanya mencari seorang “jagoan” dalam sebuah perusahaan yang mengerti apa yang dia katakan dan berusaha mendorong perubahan.

Begitu perusahaan melihat data dan menyadari dampak dari staf yang lebih bahagia dan lebih produktif, sikap biasanya mulai berubah.

Untuk perusahan-perusahaan yang bimbang untuk berubah, dia menyarankan memulai di satu departemen.

Dampak pada metrik seperti produktivitas, semangat kerja dan tingkat absen pekerja dapat dilacak selama periode waktu tertentu dan perubahan dapat diukur.

Dengan membebaskan untuk, mendekorasi mejanya — buku pegangan pekerjanya bahkan menyatakan, personalisasi tempat kerja bisa meningkatkan motivasi — maka para pimpinannya menunjukkan mereka peduli akan kesejahteraan staf. Dan hal itu dapat  membuat pekerja mau bekerja lebih keras.

Sumber : www.bbc.com