Riset dan Publikasi Ilmiah merupakan elemen penting di dalam dunia pendidikan. Maka tugas dosen tidak hanya mengajar siswa di dalam kelas, akan tetapi juga melakukan  2 elemen penting tersebut

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan hasil riset jangan dijadikan tumpukan dokumen yang mengisi sudut ruang perpustakaan. Hasil riset harus dipublikasikan sehingga memiliki makna lebih dan memberikan sumbangsih bagi penyebaran ilmu pengetahuan.

Mantan rektor Universitas Diponegoro (Undip) ini menuturkan, “Riset dan publikasi itu sama seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Jadi hasil riset harus dipublikasikan,” tuturnya pada acara Musyawarah Kerja Nasional Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia (ADRI) Ke-I di Univeritas Pakuan, Bogor, Jawa Barat, Kamis(30/3).

Nasir menuturkan dalam meningkatkan jumlah publikasi, pihaknya terus berbenah demi menghasilkan kebijakan yang dapat mendukung iklim positif bagi perkembangan riset dan publikasi ilmiah di Indonesia.

Berdasarkan data Kemeritekdikti, jumlah publikasi ilmiah internasional Indonesia semakin meningkat. Data terakhir per 13 Maret 2017, jumlah publikasi sudah mencapai angka 11.675. Jumlah tersebut meningkat jauh jika dibandingkan pada 2014, yang hanya mencapai angka 4.200.

Maka untuk mendukung hal tersebut terwujud, salah satu kebijakan yang sedang disosialisasikan untuk mendongkrak semangat melakukan riset dan publikasi bagi dosen di Indonesia adalah Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 20 Tahun 2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor.

Permenristekdikti No. 20 ini mengamanatkan bahwa publikasi ilmiah merupakan salah satu indikator untuk melakukan evaluasi terhadap pemberian tunjangan profesi dosen dan tunjangan kehormatan guru besar.

Nasir juga mengapresiasi organisasi ADRI sebagai wadah perkumpulan dosen dan ahli di Indonesia. Ia juga berharap ADRI dapat berperan aktif dalam mengkonsolidasikan dosen anggotanya untuk melakukan riset dan publikasi ilmiah

Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti (SDID) Ali Ghufron Mukti mengatakan agar Permenristekdikti berjalan sesuai dengan rencana, pihaknya akan memberikan sosialisasi dan fasilitasi agar dapat dipahami dan diimplementasikan dengan baik oleh dosen dan guru besar.

Terkait hal ini pihaknya akan mendengarkan segala masukan dari masyarakat akademis terkait kebijakan tersebut.

Sumber : www.beritasatu.com