Direktorat Jendral Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal membangun Bendungan Sukamahi di Jawa Barat. Penandatangan proyek pengerjaan bendungan pun telah dilakukan dengan biaya konstruksi dalam kontrak yang disepakati sebesar Rp 464,93 miliar.

Sejak tahun 1900 Perencanaan Pembangunan Bendungan Sukamahi sudah lama ada. Akan tetapi saat itu terkendala pembebasan lahan. Warga yang rumahnya direncanakan terkena proyek waduk tersebut menolak dengan ganti rugi yang ditawarkan pemerintah.

Saat Joko Widodo menjabat menjadi Gubernur DKI Jakarta, rencana itu pun mencuat kembali. Dan ketika beliau menjadi orang nomor 1 Republik Indonesia, komitmen pembangunan dua bendungan ini kembali dilanjutkan. Bahkan proyek ini masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2015-2019 yakni pembangunan 49 bendungan dalam 5 tahun.

Proyek pembangunan bendungan Sukamahi ini telah ditunggu oleh masyarakat Jakarta. Bila rampung nanti, bendungan ini bakal mengurangi potensi banjir hingga 29 meter kubik/detik.

Seperti yang kita ketahui permasalahan Jakarta pada saat musim hujan adalah banjir di beberapa tempat pada daerah aliran sungai Ciliwung. Karena hal itu rekayasa sumber daya air  di perlukan untuk wilayah optimasi pengendalian banjir.

Maka nantinya pembuatan bendungan dengan luas genangan akan sesuai dengan skenario yang direncanakan.

Volume tampungan maksimal bendungan Sukamahi ini sebesar 1,68×10,6 meter kubik. Dengan luas genangan maksimum 10,015 hektar. Maka pembangunan bendungan Sukamahi inilah nantinya bermanfaat sebagai pengendalian banjir Jakarta

Sumber : finance.detik.com